Google Loon, Kapankah Mengudara ?

Google Loon, Kapankah Mengudara ? – Sebentar lagi memasuki bulan Juni, namun balon internet Google yang diberi nama Google Loon yang dikabarkan akan mengudara di Indonesia belum juga menampakkan perkembangannya. Ada apakah sebenarnya gerangan?

Disaat dijumpai usai program peluncuran Freedom Combo 2.0 di Jakarta, pada hari Senin kemaren, CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengemukakan dikarenakan musababnya. Dijelaskannya bahwa persiapan teknis Google Loon sejatinya telah dilakukan. Cuma saja hingga waktu ini belum mendapati izin terbang dari pihak yang berwenang.

google-loon

“Ada peralatan yg mesti disetup di ruang kami, itu telah selesai. Namun tinggal balonnya aja belum masuk sini. Dikarenakan belum ada izin terbang,” ungkap Alex.

Laki Laki berkacamata ini optimis balon internet Google konsisten berlangsung & memperoleh izin dari pemerintah. Pasalnya di sebanyak negeri proyek ini telah mulai sejak berlangsung. “Tidak barangkali batal, mereka (Google) telah menghabiskan jutaan dollar utk Loon,” kata Alex.

Disaat Google Loon hasilnya mengangkasa di langit Indonesia, Indosat Ooredoo bakal mempergunakan buat menambah area jangkauan jaringan internet. Daerah rural bakal jadi ruangan pengaplikasiannya, lantaran Loon tak sesuai dipakai utk tempat padat.

Seperti ketahuan kerja sama utk menerbangkan balon Google sudah disepakati dgn Telkomsel, Indosat, & XL Axiata waktu mengahdiri markas Google, akhir Nopember 2015 dulu. Balon Google itu rencananya dapat menyebarkan sinyal 4G melalui hawa di spektrum 900 MHz.

Balon Google ini nantinya dapat terbang & bergerak mengelilingi Indonesia diatas ketinggian 20 km bersama radius pancaran sinyal 40 km. Sinyal yg dihantarkan yaitu sinyal seluler 4G LTE bersama base station buatan Google sendiri.

Balon itu dapat terbang selagi 150 hri di angkasa. Sebelum balon itu menyusut, pihak Google dapat mengarahkan area pendaratan balon tersebut di area kosong, bukan di lautan, supaya piranti radio pemancarnya mampu diambil & dipakai lagi.

Radio pemancar yg menempel di balon itu disediakan Google sendiri, yg sudah di desain husus supaya tahan pada air hingga angin kencang. Sementara itu, radio terhadap balon itu konsisten mengakses dgn menara pemancar di darat milik operator seluler.

Google sendiri juga sudah mengadakan penghitungan bahwasannya Indonesia membutuhkan kira kira 6.000 balon bila mau seluruhnya lokasi Nusantara kebagian sinyal dari atas balon hawa. Tapi yg diuji cobalah tidak akan banyaknya itu.

Ristalia

Ristalia wrote 9 posts

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>