Hati-Hati Keminfo Siap Blokir Website Gaya Islami Tapi Radikalis

Blokir-Web-Radikal

Menteri Komunikasi serta Informatika RI Rudiantara menyikapi masalah pemblokiran 11 website oleh kementeriannya.

Menurutnya, pemblokiran itu dikerjakan atas basic regulasi yang berlaku, bukanlah lantaran tengah ramai pemberintaan masalah website penyebar informasi hoax yang berkembang akhir-akhir ini.

” Bila itu (blokir) tak ada hubungannya dengan gosip lagi ramai atau tak. Lantaran undang-undang sendiri, legislasi ataupun regulasinya telah ada mulai sejak lama, ” tuturnya waktu berkunjung ke Arboretum Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (6/1/2017).

Rudiantara lalu mempertanyakan timbulnya pro serta kontra atas pemblokiran 11 website itu. Dia juga membandingkannya dengan bebrapa website lain yang telah terlebih dulu diblokir.

Menurutnya, telah ada 700. 000 lebih website yang tidak mematuhi regulasi yang telah diblokir.

” Lantaran bila kita bicara yang telah diblokir itu nyaris 800. 000, 700. 000 lebih. Bila umpamanya 11 bisa disebutkan di banding yang 700. 000 yang sampai kini telah diblokir, jumlahnya tak penting, ” katanya.

Dia menerangkan, pemblokiran pada website yang sampai kini dikerjakan telah sesuai sama regulasi. Menurut dia, content dari bebrapa website itu tidak mematuhi hingga mesti dikerjakan pemblokiran.

” Semuanya dalam koridor regulasi. Untuk kami tak lihat bungkusnya, namun kontennya. Bungkusnya apapun sepanjang kontennya bertentangan dengan regulasi, serta ditata regulasi juga, ” paparnya.

Dia belum meyakinkan peluang pemblokiran setelah itu. Dia cuma mengatakan, bila ada website dengan content yang tidak mematuhi ketentuan, website itu bakal diblokir.

” Saya tidak paham. Kita tak dapat memperkirakan lantaran perlakuan pada content itu bila kontennya telah ada, ” ucapnya.

Terlebih dulu, Kemenkominfo RI memblokir sejumlah 11 website, yakni :
1. voa-islam. com
2. nahimunkar. com
3. kiblat. net
4. bisyarah. com
5. dakwahtangerang. com
6. islampos. com
7. suaranews. com
8. izzamedia. com
9. gensyiah. com
10. muqawamah. com
11. abuzubair. net

Sembilan website pertama diblokir lantaran memiliki kandungan content negatif, seperti ujaran kebencian, fitnah, provokasi, SARA, sampai penghinaan lambang negara. Disamping itu, dua yang lain lantaran memiliki kandungan phising serta malware.

Kementerian Komunikasi serta Informatika miliki dua langkah dalam memblokir bebrapa website terlarang. ” Kita memblokir dengan dua langkah. Pertama menanti pelaporan serta ke-2 dapat dari system. Yang pastinya terkait dengan pornografi kita menggunakan nawala.

DNS Nawala yaitu service gratis berbentuk filtering/penyaringan DNS yang bebas cost serta bisa dipakai oleh semuanya pemakai internet. Service ini memfilter atau menyaring content negatif berbentuk content porno, kekerasan atau kejahatan internet.

Dengan nawala, Kominfo bakal mem-black daftar bebrapa website porno. Untuk website terlarang yang lain, menurut Rudi, Kominfo bakal memblokir apabila ada laporan. Seperti website penjualan ticket palsu konser Bon Jovi.

Rudi telah meneken pembentukan tim panel spesial untuk menyaring permasalahan pemblokiran content negatif di internet. Panel itu dikatakan sebagai Komunitas Perlakuan Website Internet Bermuatan Negatif (FPSIBN), ditata dalam Keputuan Menteri Nomer 90 Th. 2015.

Pembentukan komunitas untuk sebagai penyempurnaan tata kelola perlakuan website bermuatan negatif. Seperti pornografi, terorisme, SARA, kebencian, penipuan, perjudian, obat serta makanan, hingga hak kekayaan intelektual.

Terlebih dulu Kominfo segera memblokir website serta content ponografi berdasar pada Ketentuan Menteri Nomer 19 Th. 2014. Sesudah Komunitas ini dibuat Kominfo tidak bakal memblokir website negatif berdasarkan laporan atau keinginan kementerian atau instansi saja.

sri kurnia

sri kurnia wrote 12 posts

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>